Aplikasi Laut Nusantara Diresmikan, Nelayan Makin Canggih

JANGAN LUPA SHALAT..!!

JawaPos.com – Nelayan di Indonesia kini semakin canggih. Pasalnya, aplikasi bernama Laut Nusantara telah diresmikan. Aplikasi ini merupakan buah dari kolaborasi antara Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta XL Axiata.

Dalam peresmiannya, aplikasi ini diklaim dapat membantu meningkatkan produktivitas dan keamanan kerja masyarakat nelayan Indonesia. Mengagumkannya lagi, aplikasi berbasis Android yang 100 persen buatan Indonesia ini mendapatkan dukungan data kelautan yang sahih dan real time.

Sebelumnya, aplikasi ini telah lebih dulu dikenalkan kepada komunitas nelayan beberapa waktu lalu. Kemudian Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meluncurkannya di tengah-tengah komunitas nelayan Bali di Jembrana, Rabu (10/10).

Laut Nusantara, aplikasi Laut Nusantara, nelayan Laut Nusantara
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (tengah) saat peluncuran Aplikasi Laut Nusantara di antara para nelayan Bali di Jembrana, Rabu (10/10). (Istimewa/XLAxiata)

Kepala BROL I Nyoman Radiarta mengatakan, aplikasi Laut Nusantara menyediakan berbagai informasi yang paling dibutuhkan nelayan kecil. Baik mengenai wilayah tangkapan, informasi sebaran ikan di pelabuhan, hingga kondisi cuaca di laut.

Aplikasi ini, dijelaskan Nyoman Radiarta, akan sangat bermanfaat bagi para nelayan kecil perorangan di seluruh wilayah Indonesia yang selama ini sangat mengandalkan hasil tangkapan untuk menopang kehidupan keluarganya sehari-hari. “Informasi mengenai kondisi cuaca juga cukup lengkap dan akan menjadi panduan sekaligus peringatan bagi para nelayan untuk mempertimbangkan keselamatannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya mengatakan, aplikasi Laut Nusantara ini dirancang selama kurang lebih 5 bulan. Aplikasi ini untuk nelayan yang kedua diluncurkan oleh XL Axiata, setelah sebelumnya disebut aplikasi mFish.

“Yang membedakan aplikasi ‘Laut Nusantara’ dengan aplikasi sebelumnya adalah basis informasi yang lebih lengkap dan real time, serta sumber data sepenuhnya disuplai oleh data resmi dari BROL,” jelas Yessie.

Penting diketahui, BROL sendiri merupakan satuan kerja pada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan penelitian dan observasi sumber daya laut di bidang fisika dan kimia kelautan, daerah potensial penangkapan ikan, perubahan iklim, serta pengkajian teknologi kelautan.

Data-data dari BROL juga dikatakan up to date dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang terdapat dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun bumi Balai Riset dan Observasi Laut, sehingga tidak diragukan keakuratannya dengan updating data dilakukan setiap tiga hari berdasarkan data dari satelit khusus.

Aplikasi Laut Nusantara sendiri sudah bisa dimanfaatkan sejak 30 Agustus 2018 lalu. Dalam aplikasi tersebut memiliki fitur-fitur yang akan memudahkan nelayan dalam mencari ikan. Fitur-fitur dimaksud, antara lain, daerah penangkapan ikan yang di dalamnya ada Sebaran ikan, potensi sebaran ikan, data cuaca (arah angin, kecepatan angin, cuaca, tinggi gelombang pada koordinat tertentu) dan status (aman, waspada, dan bahaya) untuk melaut.

Lainnya dari fitur Laut Nusantara adalah Lapor Tangkapan, Gelombang Perairan, Informasi Angin, Informasi Harga Ikan Pelabuhan, Nama Ikan dari 3 penamaan, yakni Daerah, Inggris, dan Latin. Kemudian Cuaca Perairan, Informasi Pelabuhan, Perkiraan BBM, serta fitur Chatting.

(ryn/JPC)

Jawa Post




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *