Charles Honoris: RI Harus Tiru Langkah Malaysia Hapus Hukuman Mati

JANGAN LUPA SHALAT..!!

JawaPos.com – Langkah Malaysia yang berencana menghapus hukuman mati layak diapresiasi dan ditiru. Indonesia saat ini menjadi satu dari sedikit negara yang masih menerapkan hukuman mati.

“Lebih dari 120 negara di dunia sudah menghapuskan hukuman mati dari sistem hukum mereka,” ujar Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris di Jakarta, Kamis (11/10).

Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan untuk Dapil DKI Jakarta 3 (Jakbar dan Jakut) ini mengatakan hukuman mati melanggar hak untuk hidup yang tercantum dalam konstitusi Pancasila yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Begitu juga berbagai konvensi internasional yang sudah pernah diratifikasi Indonesia,” katanya.

Berbagai penelitian menyebutkan hukuman mati tidak menimbulkan efek jera bagi para pelaku kejahatan. Menurut dia, suatu proses hukum tentu bisa saja ada miscarriage of justice.

“Di awal 1990-an puluhan terpidana di Amerika Serikat dibebaskan oleh pengadilan setelah adanya teknologi forensik menggunakan DNA membuktikan mereka tidak bersalah,” katanya.

“Apabila seorang terpidana mati sudah dieksekusi maka sudah tidak ada lagi upaya rektifikasi. Orang yang sudah dihukum mati tidak dapat dihidupkan kembali,” sambungnya.

Charles mengatakan Indonesia sebenarnya harus jujur bahwa sistem penegakan hukum kita masih jauh dari sempurna. Yang perlu dilakukan dalam hal memberantas berbagai kejahatan adalah memperbaiki sistem dan proses penegakan hukum.

“Pemerintah dan institusi-institusi terkait harus memperkuat pencegahan dan penindakan terhadap kejahatan,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, lembaga permasyarakatan juga harus ikut berbenah diri. Menurut Charles, hukuman mati tidak memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.

“Bahwa masih ada transaksi narkotika yang dikontrol dari dalam penjara itu merupakan kelalaian dalam pengelolaan lembaga permasyarakatan. Terpidana hukuman mati Freddy Budiman sebelum di eksekusi tetap saja bisa menjalankan bisnisnya dari dalam penjara,” pungkasnya.

(srs/JPC)

Jawa Post




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *