Eni Beberkan Pertemuannya dengan Airlangga Hartarto soal PLTU Riau-1

JANGAN LUPA SHALAT..!!

JawaPos.com – Eni Maulani Saragih membenarkan adanya pertemuan yang membahas sejumlah proyek pembangkit listrik di kediaman Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Selain Eni, mantan pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johannes Budi Sutrisno Kotjo, mantan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham dan Ketua Fraksi Golkar Melchias Markus Mekeng, juga ada dalam pertemuan tersebut.

“Ya waktu itu kami memang ke rumah Pak Airlangga Hartarto. Ada saya, Pak Kotjo, Pak Idrus Marham dan Pak Mekeng,” kata Eni bersaksi dalam sidang perkara suap PLTU Riau-1 dengan terdakwa Johannes Kotjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, (11/10).

Eni menjelaskan dalam pertemuan itu Kotjo berniat dan merencanakan ingin menggarap proyek PLTU Riau-2 dan PLTU Tanjung Jati. Selain itu, ada juga pembahasan proyek PLTU Riau-1.

Mengenai proyek PLTU Tanjung Jati, Kotjo mengatakan proyek tersebut adalah proyek yang sebenarnya akan digarap pihak lain. Rencana tersebut batal karena investor dari Malaysia tidak berniat menanamkan uangnya di proyek tersebut.

Oleh karena itu, Kotjo berniat mengambil alih proyek yang ada di Jepara, Jawa Tengah itu dengan menggandeng China Huadian.

“Kata terdakwa, ini proyek yang cepat menghasilkan uang untuk biaya Pileg, Pilpres dan sebagainya,” imbuh Eni menirukan percakapan Kotjo saat itu.

Lebih lanjut, Eni mengatakan dalam pertemuan itu Kotjo menyampaikan bahwa proyek Tanjung Jati berpeluang dapat menghasilkan uang dengan cepat untuk Partai Golkar.

“Ada proyek dengan peluang yang cepat menghasilkan uang untuk partai Golkar, yaitu proyek di Tanjung Jati Jepara, Jawa Tengah,” tuturnya.

Menurut Eni, saat itu Airlangga tertarik dengan tawaran tersebut. Airlangga, kata Eni, akan membantu Kotjo mendapatkan proyek tersebut dengan menjadikan Eni sebagai Wakil Ketua Komisi VII yang memiliki rekan kerja salah satunya PT PLN.

“Dan atas hal itu Airlangga tertarik dan sampaikan ke Pak Kotjo. Nanti Eni yang akan membuat dia masuk ke proyek itu. Dia akan dijadikan Wakil Ketua Komisi VII,” tukasnya.

Sebelumnya, Airlangga membantah memerintahkan Eni untuk mengawal proyek pembangkit listrik. Airlangga mengatakan penunjukan Eni sebagai Wakil Ketua Komisi VII sudah sesuai dengan pertimbangan dan mekanisme partai.

“Saya tidak memerintahkan kader saya untuk mencari dana yang tidak benar atau melanggar hukum untuk kepentingan Partai Golkar,” kata Airlangga September lalu.

(ipp/JPC)

Jawa Post




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *