Koalisi Jokowi Sebut Prabowo Seperti Menghina Pendiri Bangsa

JANGAN LUPA SHALAT..!!

JawaPos.com – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan kritik ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mengatakan sistem ekonomi di Indonesia adalah kebodohan. Pasalnya, Prabowo menilai sistem ekonomi yang digunakan Indonesia lebih parah dari paham neoliberalisme.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Milenial Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Bahlil Lahadalia ‎mempertanyakan maksud Prabowo tersebut. Bahlil menegaskan, Indonesia dibangun melalui perjuangan merebut kemerdekaan oleh orang-orang penting.

Sementara setiap pemerintahan yang berkuasa pasti memiliki prestasi maupun kekurangan di eranya masing-masing. Namun, Bahlil menyampaikan, bukan berarti kekurangan tersebut direspons dengan komentar warisan pendiri bangsa adalah kebodohan.

“Kalau kita dianggap bahwa ini merupakan kebodohan, mohon maaf, berarti (dia) juga melecehkan para pendiri dan para pejabat sebelumnya. Karena tidak mungkin ekonomi kita dibangun dengan dasar empat tahun. Nggak mungkin. Itu kan pemerintah berkelanjutan,” ujar Bahlil di Posko Rumah Cemara, Jakarta, Jumat (12/10).

Oleh sebab itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)‎ itu mengaku tidak mengerti letak kebodohan sistem ekonomi yang dimaksud oleh Prabowo.

Menurut Bahlil, sistem ekonomi Indonesia sudah sangat adil dan tepat. Di tengah ekonomi global yang tak menentu, buktinya Indonesia tetap bisa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, dan indikator makro lainnya.

Sekadar informasi, Pabowo Subianto menyebut sistem ekonomi di Indonesia saat ini tidak berjalan dengan benar. Prabowo juga menilai sistem ekonomi yang berjalan sudah lebih parah dari paham neoliberalisme yang dianut oleh Amerika Serikat.

Sebab, kata dia, angka kesenjangan sosial masyarakat Indonesia semakin tinggi. Bahkan, ia menyebut Indonesia tengah mempraktikkan sistem ekonomi kebodohan.

(gwn/JPC)

Jawa Post




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *