Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar, 5 Orang Meninggal Dunia

JANGAN LUPA SHALAT..!!

JawaPos.com – Selain menerjang sembilan kecamatan di Sumatera Utara, banjir bandang juga terjadi di Nagari Tanjung Bonai, Jorong Kalo-Kalo, Jorong Ranah Batu di Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada Kamis (11/10) pukul 20.30 WIB.

Akibatnya, empat orang meninggal dunia dan tiga orang hilang. Terdapat korban anak-anak atas nama Anis, 2,5 dan W. Efendi, 10, yang hanyut akibat banjir bandang. Korban meninggal lain adalah Roni, 30 dan Yerinda, 56. Sedangkan tiga korban hilang adalah Erizal, 55, Daswirman, 58, dan Yusrizal, 45.

Kepala Pusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, terdapat enam orang luka-luka, enam unit rumah rusak berat, tiga kedai rusak berat, satu ruko rusak berat dan dua jembatan rusak berat.

Saat ini, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar bersama TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi dan pencarian korban.

“Pencarian dilakukan menyusuri sungai yang ada. Alat berat digunakan untuk membantu pencarian korban dan membersihkan lumpur,” ujar Sutopo melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (13/10).

Menurutnya, Bupati Tanah Datar telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, yakni 12-18 Oktober 2018. “Pembukaan dapur umum untuk relawan dan masyarakat terdampak telah didirikan,” kata dia.

Selain itu, beberapa wilayah di Kabupaten Pasaman Barat juga terjadi longsor dan banjir pada Kamis (11/10) pukul 19.30 WIB. Wilayah yang mengalami bencana adalah Kecamatan Pasaman, Ranah Batan, Koto Balingka, Sei Beremas, Lembah Melintang, Gunung Tuleh, Talamau, Sasak dan Kinali.

Korban satu orang meninggal dunia dan dua orang hilang. Kerusakan meliputi sekitar 500 unit terendam banjir, tiga unit jembatan gantung roboh dan dua unit rumah hanyut. Bupati telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, 11-17 Oktober 2018.

“BPBD Kabupaten Pasaman Barat bersama aparat lain melakukan penanganan darurat. BPBD menyalurkan bantuan logistik untuk korban terdampak. Kebutuhan mendesak alat berat, sembako, selimut dan pakaian,” terangnya.

(yes/JPC)

Jawa Post




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *