Ingin Klaim Asuransi Kendaraan Rusak Saat Gempa Bumi? Perhatikan Ini

JANGAN LUPA SHALAT..!!

JawaPos.com – Bencana gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter dan tsunami yang melanda Palu dan Donggla di Sulawesi Tengah meninggalkan duka mendalam. Masyarakat tak hanya kehilangan harta benda tetapi juga nyawa.

Dalam kondisi bencana seperti ini, apakah pihak asuransi mencover kerugian kendaraan yang rusak atau hilang akibat peristiwa ini? Karena dalam proses pembelian kendaraan dalam bentuk kredit atau tunai, pihak asuransi menawarkan asuransi yang memungkinkan kendaraan klien ditanggung saat terjadi masalah.

Terkait hal ini, Head of Communication & Event Asuransi Astra (Garda Oto), L. Iwan Pranoto mengungkapkan jika saat awal pengajuan asuransi, costumer mengambil Extended coverage atau perluasan jaminan yang mencover bencana alam, maka mereka tinggal melaporkannya pada pihak Garda Oto.

“Jadi terkait bencana alam Palu dan Donggala, pemegang polis harus terlebih dahulu mengecek polishnya apakah mengcover bencana alam atau tidak. Jika saat pengajuan menyertakan cover untuk bencana alam, tinggal melapor ke kita, lalu petuga melakukan survey seperti apa kondisinya. Kemudian costumer melengkapi dokumen seperti KTP, SIM dan STNK dan akan kemudian akan dilanjutkan untuk proses penggantian,” kata Iwan, saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (11/10).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Iwan Garda Oto ini, menjelaskan untuk penggantian biasanya di cek oleh petugas. Kalau kerusakannya lebih dari 75 persen maka dilakukan penggantian 100 persen seharga kendaraan sebelum kejadian.

Bila kendaraan yang mengalami kerusakan masih bisa diperbaiki maka akan diperbaikidi bengkel rekanan seperti kondisi kendaraan sebelum kejadian. “,Intinya asuransi akan mengambalikan kondisi mobil seperti sesaat sebelum kejadian maka akan dibenarin atau diganti sesuai dengan kerusakan kendaraan,” tukas Iwan.

Hal yang sama diungkapkan oleh Tanny Megah Lestari, Business Development Division Head Adira Insurance. Ia menyebutkan untuk kasus kerusakan kendaraan dalam gempa bumi,nasabah bisa mengklaim kepada pihak asuransi jika ia memiliki jaminan perluasan yang mengakomodir bencana alam.

“Di Adira jaminan dasar asuransi menawakan polis untuk mengcover bencana alam. Saat awal pengajuan polis, memang kita anjurkan pada nasabah agar mengambil polis yang mencover itu, karena kita tahu di Indonesia banyak daerah rawan gempa bumi. Tetapi semua tergantung pada konsumen. Klaim hanya bisa dicover sesuai dengan polis yang mereka ambil,” ujarnya.

Sementara untuk penggantian kendaraan yang mengalami kerusakan hanya dilakukan untuk mereka yang mengambil jaminan perluasan yang mencover bencana dengan survey dan proses kelangkapan dokumen untuk proses klaim hingga penggantian.

“Untuk tambahan perluasan bencana gempa untuk TLO akan dilakukan penggantian biaya apabila terjadi kerusakan akibat gempa sebanyak 75% kerusakan. sementara untuk Comprehensive, akan ada penggantian biaya apabila terjadi kerusakan akibat gempa,” terangnya.

(wzk/JPC)

Jawa Post




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *