Laga Kandang Terakhir Persiba Terancam Sepi Penonton, Ini Penyebabnya

JANGAN LUPA SHALAT..!!

JawaPos.com – Sebuah situasi kurang menguntungkan dihadapi Persiba Balikpapan. Saat harus menjalani laga yang menentukan nasib mereka di Liga 2, tim Beruang Madu justru terancam tak banyak didukung oleh suporter setia mereka. Padahal, laga melawan Kalteng Putra pada pekan terakhir Liga 2 2018 ini dilangsungkan di Stadion Batakan, kandang Persiba Balikpapan.

Persiba dijadwalkan menjamu Kalteng Putra pada pekan pamungkas Liga 2 2018 di Stadion Batakan, Senin (15/10) lusa. Meski tampil di kandang sendiri, Persiba justru berpotensi tak didukung banyak suporter mereka. Pasalnya, laga krusial ini dilangsungkan pada pukul 16.30 WITA.

Jadwal pertandingan ini dinilai bentrok dengan aktivitas masyarakat Kota Balikpapan. Hal tersebut diakui Ketua Balistik, Endrik Jatmiko.

Pria yang karib disapa Dalbo ini menjelaskan, laga pamungkas nanti terancam sepi penonton. Mengingat mayoritas masyarakat masih menjalankan aktivitasnya. Tentu sebuah kerugian bagi tim, karena mereka tidak akan mendapat dukungan secara maksimal.

Sebenarnya, laga Persiba kontra Kalteng Putra semula terjadwal pada pukul 19.00 WITA. Namun, demi menjaga fair play, kick-off semua pertandingan pada pekan terakhir Liga 2 dilakukan serentak. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pengaturan skor.

Karena selain Beruang Madu, dua tim lainnya di Grup Timur, Persegres Gresik United dan PSBS Biak, juga masih memiliki peluang degradasi. Bagi Persegres akan bertandang ke markas Persigo Semeru FC Lumajang, dan PSBS Biak akan menjamu tamunya Blitar United.

”Memang merugikan, karena penonton tidak akan banyak memenuhi stadion. Tapi juga hal wajar untuk menghindari pengaturan skor,” jelas Dalbo, Jumat (12/10).

Apapun yang terjadi, Dalbo menjelaskan Beruang Madu akan melewati pertandingan hidup mati tersebut dengan kemenangan. Dia optimistis Persiba tetap bertahan di Liga 2.

”Tanpa tawar-menawar, tiga poin wajib didapat. Meskipun jam kerja, kemungkinan penonton masih tetap akan ramai. Kemungkinan (baru datang) pada babak kedua,” ujar Dalbo.

Andai kalah dan degradasi ke Liga 3, Dalbo mengaku, akan menjadi pukulan telak bagi publik Kota Beriman. Tim yang selama ini dielu-elukan terpaksa main di level ketiga atau setara dengan liga antarkampung (tarkam).

”Pasti sangat kecewa, dan Balistik akan kembali ke-12 tahun lalu untuk membangun karakter penonton dalam mencintai Persiba. Semoga itu tidak terjadi, dan Persiba tetap bertahan di Liga 2,” pungkas Dalbo.

(ham/kpnn/is/k15)

Jawa Post




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *