No Bra Day, Dokter: Jangan Pilih Kutang Ketat, Biarkan Payudara Nyaman

JANGAN LUPA SHALAT..!!

JawaPos.com – Ada berbagai jenis kutang atau bra yang bisa menjadi pilihan perempuan. Dalam kampanye Hari Tanpa Bra atau No Bra Day pada 13 Oktober, kaum hawa diminta untuk lebih bijaksana dalam memilih kutang. Jangan asal seksi namun tak nyaman bagi tubuh.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Denpasar, Bali, Laksmi Duarsa mencontohkan bagi perempuan yang akan mengalami bepergian atau perjalanan jauh, sebaiknya memilih bra yang biasa dan tak terlalu ketat. Hal itu akan berpengaruh selama di jalan agar tubuh tak merasa terlalu ketat diikat oleh bra.

“Apalagi jika bra tersebut memiliki jawat dan dipakai lama di tengah perjalanan, akan membuat tak nyaman,” jelas Laksmi kepada JawaPos.com, Jumat (12/10).

Laksmi mencontohkan kasus lainnya misalnya ketika perempuan ingin pergi ke pesta pernikahan atau kondangan. Perempuan biasanya akan totalitas tampil cantik dengan menggunakan kebaya. Selain bra, korset untuk menyangga payudara agar terlihat kencang dan terangkat tentu membuat penggunanya sesak dan tak nyaman.

“Kondangan di luar kota saat di jalan pakai yang biasa saja dulu. Yang kendur tidak apa-apa agar perjalanan nyaman. Baru nanti di lokasi kondangan diganti,” katanya.

Begitu pula bagi perempuan yang ingin bergaya di depan pasangan dengan bra renda dan seksi. Sebaiknya digunakan tak terlalu lama.

“Boleh saja bergaya seksi dan menarik pakai bra yang macam-macam di depan pasangan. Tapi jangan terlalu lama. 1-2 jam cukup,” jelasnya.

No Bra Day bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengetahui bagaimana melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Perempuan dapat mengenali gejala kanker payudara dengan pemeriksaan rutin. Menurut badan amal di Inggris, 5 ribu orang biasanya terdiagnosis menderita penyakit ini selama kampanye ini. Kanker payudara adalah kanker paling umum di Inggris, yang 50 ribu orang Inggris setiap tahunnya. Satu dari delapan perempuan di Inggris biasanya mengalami penyebaran kanker payudara dengan cepat.

Kampanye ini dimulai pada tahun 2011, dan sejak itu semakin populer perempuan menggunakan tanda pagar #nobraday di media sosial untuk mendukung kampanye tersebut. Siapa saja yang mendukung kanpanye itu biasanya memakai pita.

(ika/JPC)

Jawa Post




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *