Mau Jadi Vlogger Sukses? Simak Nih Tipnya

JPNN.com, SURABAYA – Salah satu pilihan bagi generasi milenial untuk berkarya adalah membuat vlog alias video blog. Tak hanya mengantarkan ketenaran, vlog yang dikelola secara professional juga bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. Tak heran, kini jumlah vlog semakin banyak. Temanya pun beragam. Mulai komedi, seni, traveling, memasak, hingga politik. Agar bisa bersaing, dibutuhkan konten positif dan karakter yang kuat. 

”Misalnya, Zach King yang berfokus pada magic, Londo Kampung yang berfokus di prank, ataupun Aulion yang berfokus di stop motion dan synetron,” ujar Abibayu Gusti Kamadjaja dalam sesi workshopVlog Making di acara INOKRYA 1.0 (inovasi melalui kolaborasi dan karya) di Krya.id kemarin (26/10). “Mereka punya persona yang kuat sehingga mudah diingat para penontonnya,” imbuhnya.

Abibayu dikenal sebagai content creator dari Surabaya yang videonya dilihat banyak orang. Misalnya, Abi the Wizard yang dilihat 1.100 orang dalam dua pekan. Dia memiliki dua kanal untuk me­mublikasikan karyanya. “Yang di Instagram lebih ke receh jokes. Kalau yang di YouTube lebih ke konten olahraga, komedi, dan film pendek,” ceritanya. 

Dia lantas memberikan tip untuk menjadi vlogger yang berhasil. “Yang harus diingat adalah membuat vlog atau video itu harus punya tujuan jelas,” papar Abi. Jangan pernah membuat video yang tidak terkonsep alias asal bikin video saja. Laki-laki kelahiran 28 Januari 1990 itu punya patokan saat membuat vlog. “Yang pertama adalah no bacot, kualitas video yang bagus, dan skrip yang terstruktur,” jelasnya.

Ide bisa berasal dari kehidupan pribadi. “Gak harus secara akademis. Bisa saja dari kehidupan yang kita lalui. Misalnya, bikin konten tentang tipe-tipe pacar yang selingkuh,” ujarnya. Atau, kalau suka mengutak-atik resep, bisa bikin video tentang memasak makanan. Tapi, instruksinya menggunakan bahasa Jawa. 

Laki-laki lulusan Universitas Ciputra tersebut juga menegaskan pentingnya menambahkan informasi baru atau pesan positif. Dia lantas mengisahkan videonya tentang salah seorang teman yang telat membawakan barang pesanannya. “Santai aja lah, kita kan hidup di Indonesia,” ujar teman Abi saat ditanya kenapa telat datang. Di akhir video tersebut, Abi berpesan kalau telat tidak usah membawa-bawa nama Indonesia karena tidak sedikit juga orang-orang Indonesia yang bisa on time. 

“Nah, fakta-fakta kayak gitu sangat sering ditemui di sekitar kita kan? Dengan begitu, kita bisa menambahkannya dalam video,” tuturnya. Dari situ, Abi juga berpesan, meski membuat vlog untuk menghibur, isinya tidak harus yang lucu-lucu saja. “Harus ada isinya. Informatif ataupun ada pesan yang ingin disampaikan,” tambahnya. (ama/c7/any) JPNN




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *